Pengantar Komedi Liar Natural


Oleh : Amang

Tulisan ini dilatarbelakangi (kayak nulis karya ilmiah aja ya haha) oleh beberapa faktor diantaranya, pertama gue sedang memerlukan refreshing ditengah kesibukan intelektual dalam pekan UAS (kaya ia aja sibuk belajar  wkwk). Kedua, banyak bermunculannya tayangan komedi ditelevisi dan youtube. Seolah tayangan komedi memiliki tempat tersendiri dihati para penggemarnya (dugaan gue para penggemarnya memang sedang galau dan banyak kesibukan sehingga butuh tayangan hiburan). Ya bukti konkirtnya film yang bergenre agak serius  seperti Alif Lam Mim hanya diputar beberapa hari saja di bioskop (entah karena terlalu serius, soalnya jujur aja ya, gue nontonnya ja butuh mikir, udahmah mikirin tesis, mikirin kamu, iya kamu :D masa nonton film juga kudu mikir haha baper).

Sedangkan film komedi romantis single yang dibintangi para komendian seperti Raditya Dika, Panji dan Babe (padahal gue belum nonton, tapi baca resensinya katanya filmnya komedi romantis) malah laku keras (kaya baja ya) hehe. Dalam waktu beberapa hari sejak kemunculannya diBioskop keguengan Anda dan orang yang Anda gueng hehe berdasarkan data yang dihimpun oleh media kompas, yang diterbitkan Minggu, 10 Januari 2016 udah mencapai angka 1,28 juta penonton (udah ga usah dihitung berapa keuntungannya, simple kan kalau mau ngitung rata-rata tiket nonton 40.000/orang berarti uang yang diperoleh seluruh bioskop adalah Rp. 51.200.000.000 wow angka yang buanyak hehe). Tuh kan kalau nulis yang ginianmah gampang, coba pas nulis landasan toeri untuk bab II tesis gue, suwi  banget hehe.  

Kembali ke judul tulisan (Komedi Liar Natural), ada yang bisa bantu gue menjelaskan maksudnya? Yang bisa menjelaskan, kalau cewek dan belum punya gebetan, lo dapat kesempatakan untuk kenalan ama gue, tapi kalau cowo, setidaknya lo bisa kenal pesaing lo dalam mendapatkan incaran lo wkwkwk (aduh kok ngawur gini ya).

Sejujurnya dari hati gue yang paling dalem (kamu tahukan dalammnya segimana? Ia kamu para barisan mantan yang pernah berlabuh dan tenggelam dalam samudra hati gue hingga tak ditemukan sisa-sisa kenangannya hihihi). Jujur aja semua mantannya udah pada nikah dan gue seneng banget seolah hilang sekian banyak beban dalam hidup gue (emang mantan tanggungan gue po, kayaknya enggak deh wkwkwk).

Ia sejujurnya melalui tulisan ini aku, gue, kulo, abdi, saya (sama saja) mau cerita sama kalian semua, cerita ringan namun sedikit lucu, ya kadar lucunya mungkin tidak lebih dari satu sendok teh bayi hihi sedikit sekali. Tapi karena gue rasa cukup berkesan dalam hidup gue (yang ini perlu dicatat oleh yang nanti akan menjadi penulis biografi gue hehe emang ada? :D) makanya walaupun agak malu tetep gue ceritain, iya sebenarnya malu sih karena ada aib-aib masa lalu kami yang akan tersibak seperti sarung santri yang terkena angin puting beliung (udaaah jangan dibayangin apa yang terjadi saat itu haha).

Baiklah sodara-sodarah sebangsa dan setanah air, kita mulai dari kisah komedi liar pertama, eh bentar-bentar kan gue belum cerita maksud dari nama judul “Komedia Liar Natural”, oke maaf gue jelasin bentar ya, jadi alkisah kan gue ini dulu waktu di SMA gabung dengan ekskul Kelompok Pecinta Alam (KAPA) disekolah gue tercinta SMA 1 Talegong Garut yang hari ini sudah berganti nama menjadi SMAN 21 Garut, konon karena sekolah tersebut resmi berdiri diawal abad 21 tepatnya dibangun tahun 2000an dan mulai beroperasi tahun 2002 (ingat ini versi gue yang tentu salah, yang benernya kenapa disebut SMAN 21 Garut, karena SMA ini berdiri pada urutan ke 21 secara periode waktu  hanya kebetulan saja ia berdiri tepat diawal abad 21 jadinya gua kasih sejarah plesetannya, ingat bukan plejinnya ya hehe tetot.

Nah sejak gue gabung dengan organisasi yang ngaku-ngaku pecinta alam hehe gue punya banyak pengalaman seru, kocak, lucu, haru, duka, lara, sedih bahagia, ada lagi padanan kata yang mirip? hehe panggil pak Budi Guru bahasa Indonesia gue yang kece sewaktu di SMA dlu hehe. Kisah nyata nan lucu itulah yang akan gue ceritakan dalam judul tulisan teranyar diblog gue “Komedi Liar Natural”. Makna liarnya karena kisah itu terjadi dialam bebas, ya lo bebas mau ngelakuin apa disana, mau bobo, mau makan, mau mandi, mau ga mandi berhari-hari selama pendakian dan ekspedisi, (kebayang kan gimana baunya badan temen-temen gue yang ga biasa pakai deadorant kalau naik gunung) kalau guemah walaupun kadang ga mandi hihi tapi tetap jaga aroma tubuh dong, soalnya ga jarang ketemu kembang desa bro, masa ketemu mojang, kitanya dalam wujud setengah manusia normal hihi.

Sedangkan makna kata naturalnya akan gue ceritakan dalam episode selanjutnya hihi (keburu ditutup nih perpustakannya), daahhh see you next time ya hehe.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembala Domba & Kisah Tragis Mandi Di Kali

Komedi Liar Natural Part 3