Komedi Liar Natural Part 3
By:
Amang
Come
back again bro sist diacara Komedia Liar Natural, edisi sebelumnya gua pamitan
sama lo pade karena waktu itu bahasannya beneran bikin gue mual, yang belum
baca boleh mampir dlu sini dan kalau belum baca yang edisi muqodimahnya juga
bisa diklik disini.
Sebenarnya
waktu itu gue masih pengen nulis sih, karena masih ada sepotong cerita yang
masih nyambung, tapi gapapa, gue tulis sekarang ja ya.
Jadi
ngomong-ngomong soal BAB di alam terbuka, lo semua mesti tahu yang namanya
A2BABDAT apaan itu? Itu kependekan dari
Adab-Adab Buang Air Besar Di Alam Terbuka hehe. Ya beneran lo semua
harus tahu strategi, teknik dan praktik BAB yang sesuai prosedur di alam
terbuka. Ini topik penting lo dikalangan para pecinta alam sejati (cie kayak
cie gue aja ya, cinta sejati hihiy).
Dulu
teknik praktik BAB di alam terbuka pernah dari materi khusus untuk kader baru
kami, jadi intinya mereka diuji kemampuannya kalau BAB di alam terbuka kaya
gimana, masing-masing diminta untuk mempraktekannya, lucu banget kan haha,
kebayang malunya tuh junior hehe. Tapi ya karena memang ini materi yang penting
mau tidak mau tetep harus disampaikan dan dilatihkan sampai mahir, walaupun
dalam praktik sesungguhnya pas doi BAB ga usah juga observasi dari awal sampai
akhirnya. Cukup pas materi ja.
Ngomong-ngomong
mungkin lo bertanya dalam hati, buat apa sih materi SOP BAB di alam terbuka?
Nah ini yang penting, dalam terminologi teknologi pendidikan ini namanya the
basic process of desain, ya disinilah tahap analissis kebutuhan itu dimulai, lo
pade ngapain lanjutin baca tulisan gue kalau lo ngerasa ga butuh dengan isisnya
(padahal mungkin beneran lho pade sebenarnya ga butuh bacanya ya hehe, tapi
lumayan lah untuk ngurangi sebagain beban pikiran lo, ciee ceritanya gua
peduli.
Ya
analisis kebutuhan adalah tahap yang paling penting dalam hidup lo, bukan hanya
dalam proses pengembangan program diklat, dan program-program lainnya, gue
contohin ya, lo makan buat apa? Sekiranya makan ga dibutuhkan ya ga usah makan,
lo tidur buat apa? Sekiranya tubuh lo ga butuh istirahat ya gausah tidur lah,
begitupun lo sekolah, kuliah tinggi-tinggi buat apa? Kalau lo belum ngerasa
butuh belajar disekolah dan kampus, mestinya lo langsung istighfar bro sist, ya
istighfar sekarang juga, karena lo udah ngabisin uang bokap lo dan elonya belum
juga nyadar akan urgensi kenapa lo sekolah dan kuliah? Wah parah itu bro hehe.
Buat
lo yang udah usia seperempat abad, trus lo udah mikir-mikir mau nikah, nah
kalau lo belum faham fungsi dan kegunaan pernikahan buat apa? Ya lo gausah dulu
nikah, pelajari dulu ilmunya untuka apa lho nikah, nah ngomong-ngomong soal
nikah, kalau lo belum tahu, ijinkan hamba untuk memeritahukannya kepada kisaha
hehe. Bahwa bagi lo pade yang di KTPnya berstatus agama islam, dalam pernikahan
itu ada setengah agama lo, gue pernah dapat materi dari ustadz biasanya pas gue
jadi panitia walimahan temen2 gue, katanya lo yang sekarang masih sendiri
(belum nikah bukan jomblo lo ya) sekalipun lo tiap hari shalat, tahajud, dhuha,
tilawah, sedekah, zakat, infak, wakaf, umroh, maka agama lo tetep aja belum
genap menjadi satu secara utuh. Bahkan boleh jadi juga belum nyampe setengah
dari derajat lo, tapi kalau lho udah nikah, setengahnya udah lo dapet, tinggal
lo genapin dengan shalat, zakat, puasa, sedekah dan naik haji, maka utuhlah
agama lo.
Dan
konon perlu lo tahu, ada dosa-dosa yang ga bisa dihapus dengan doa, dan
sedekah tapi dia akan terhapus dengan
cucuran keringat manakala lo susah payah nyari nafkah untuk anak dan
istri-istri lo, eh salah bro harusnya untuk anak-anak dan istri lo, kecuali
buat bapak-bapak yang poligami hihi.
Nah
lo kok jadi jauh gini pembahasannya ya, padahal tadi gue lagi bahas analisis
kebutuhan kenapa lo mesti tahun teknik BAB di alam terbuka? Alasannya adalah
untuk keamanan lo, kedua untuk keamanan orang lain dan yang lebih penting untuk
kenyamanan semua penghuni ekosistem setempat.
Sekarang
lo bayangin kalau lo BAB di alam tidak ngikutin SOP yang benar, pas lo lagi
istirahat gitu di pos 3, (kan biasanya pos tiga itu pos pertengahan ya,
biasanya jumlah pos rata-rata 4-6 pos dari gerbang masuk pendakian hingga
puncaknya). Lagi melepas lelah gitu, tiba-tiba perut lo ngePM (bro gue mau
pamit dluan ehhe). Terus tanpa lo lihat situasi dan kondisi lo, bab deket pos
tempat lo berhenti, udah gitu lo buang sembarangan, nah elonya mungkin nyaman2
ja, selama ga kelihatan orang pas lagi setornya. Tapi lo harus peduli sama
pendaki yang lain, udah susah payah mendaki, nafas ngosh-ngoshan, dan pas
mereka lihat ada pos istirahat, seneng tuh dalam hatinya, tiba-tiba baru aja
duduk, terciumlah baunya aroma setoran lo yang udah 3 hari ditabung, sejak pembakaran
pertama antara jengkol dan pete haha. Parah banget kan, pastilah mereka kecewa,
karena post pemberhentiannya tidak seperti yang dibayangkan dan
dicita-citakannya hihi.
So,
biar lo aman, dan yang lain nyaman, maka ikutilah dawuh raden berikut ini, ketika
lo BAB di alam terbuka pastikan langkah-langkah berikut:
1. Lo
harus sudah bener-bener mau BAB, soalnya kalau masih setengah-setengah, gawat
ntar, lama setornya bro, itu bikin waktu pendakian lo ga efektif, kalau
kelamaan ntar bikin temen2 lo pada khawatir, dikiranya lo tersesat dari jalan
yang benar hehe.
2. Kedua,
siapakan tisu beberapa helai, minimal 3-8 helai lah ya, please kalau lagi ga
ada air, gausah bersihin pakai air, mending air untuk masak dan minum aja bro.
Gunakan tisu atau boleh juga buat lo yang udah eskpert pakai dedaunan yang aman
(ga bikin itu lo gatal wkwk), alternatif lainnya bisa pakai batu kecil yang
tidak runcing, dan juga bisa dahan dan ranting pohon yang terjangkau dari
lokasi setoran lo.
3. Selanjutnya
carilah tempat kira-kira kalau siang, antara 20-30 meter dari jalur atau camp
utama, kalau malam jangan terlalu jauh, karena pasti lo sendirian, ga dianter
temen lo kan, buat alasan keamanan makan untuk malam jaraknya 5-10 meter ja
dari jalur utama atau dari tempat lo camp.
4. Pastikan
lo bikin lobang yang cukup, boleh lebih tapi jangan sampai kurang, tujuannya
agar semua setoran lo nantinya terkubur semua dan ga ada yang muncul baik wujud
maupun baunya dipermukaan, ini demi alasan keamanan orang lain. Bikin lubangnya
bisa pakai ranting atau pakai pisau yang lo punya.
5. Setelah
dipastikan semua setoran keluar, maka bersihkan anu lo dengan tisu, daun, batu
atau ranting, kemudian kubur juga dia bersama residu lo, kalau sudah semuanya
clear barulah lo tutupin pakai tanah galian tadi diawal. Pastikan lo tidak
menyisakan jejak, cukup tandai dengan rantai yang agak tinggi untuk sekedar
kode, agar tempat itu ga dipakai temen lo setor hehe. Kebayang kan kalau doi
juga bikin galian tepat ditempat lo tadi bisa brabe dia, awalnya mau bab malam
doi jadi muntah. Hehe.
Oke
gitu aja bahasan kedua gue kali ini, maaf gue mau pengajian malam jumatan dulu,
pamit ya dahhhh see you next part tetep di Komedi liar naturaalllll....
Komentar
Posting Komentar